Kamis, 22 September 2022

GHOST MANSION (2021) Review by RANDOM MOVIE

Film dimulai dengan Bab 1 berjudul Sang Penulis. Terlihat seorang pria muda sedang mengambil gambar menggunakan kameranya. Objek yang dia ambil adalah sebuah bangunan sangat besar yang tampak seperti apartemen bertingkat-tingkat tapi tidak terawat. Pemuda tersebut memasuki salah satu ruangannya yang juga cukup kumuh.

Saat dia masuk tak ada siapa pun di sana tapi dari arah atas, di bagian atap dia mendengar ada yang berisik. Kamera kemudian terlihat menangkap sosok anak kecil membelakanginya. Tak lama lelaki paruh baya ke luar dari kamar lain. Pemuda itu mengenalkan diri sebagai Jung Ji Woo (Sung Joon). Sebelum datang tampaknya Ji Woo sudah lebih dulu menelepon.

Lelaki paruh baya itu ternyata pengurus bangunan yang diketahui bernama Rumah Besar Gwang Lim. Sebelum sesi wawancara Ji Woo meminta izin untuk merekam. Lelaki itu cukup bingung karena, untuk apa seorang pembuat kartun datang ke sana dan menemuinya? Ji Woo mengatakan dia mendengar rumor aneh mengenai Rumah Besar Gwang Lim.

Pengurus bangunan tersebut mulai bercerita bahwa dulu ada anak-anak yatim piatu yang tinggal di bangunan tersebut. Saat terjadi kebakaran di gedung itu para orang dewasa meninggalkan anak-anak untuk menyelamatkan diri sendiri.

Rumor pun menyebar setelah peristiwa tersebut. Orang-orang sering mendengar suara aneh. Salah satu penghuni yang baru pindah di lantai 5, tepatnya kamar 504, mengalaminya.

Penghuni tersebut seorang penulis novel. Dia mendengar suara aneh berupa suara anak-anak dari arah bawah. Suara tersebut cukup jelas terdengar saat dia menempelkan telinga di lantai.

Penulis novel itu lalu bertanya adakah anak-anak di lantai bawah? Penghuni lantai 7 yang menjelaskan ruangannya dengan antusias mengatakan bahwa saat musim liburan anak-anak biasanya suka berkunjung.

Malam harinya penulis novel yang ternyata pernah mendapat penghargaan sebagai penulis baru terbaik itu terlihat melanjutkan novelnya. Saat sedang mengambil minum dia kembali mendengar sesuatu dari arah bawah, arah lantai.


Tak lama botol minuman di dekatnya juga terlihat bergerak. Namun, keanehan itu segera teralihkan oleh telepon dari seorang wanita yang terdengar seperti pasangannya. Penulis novel itu butuh ternyata menyendiri hingga buku terbarunya selesai.

Dia menghindari keributan dengan pasangannya tersebut. Saat sedang menelpon sambil membelakangi laptop, tiba-tiba laptop yang sempat dia tutup sebelumnya itu terbuka sendiri. Tak lama suara istrinya terdengar berubah menjadi aneh. Suara itu mengatakan bahwa cara bicaranya kurang ajar, kemudian panggilan pun berakhir.

Paginya penulis novel itu mencari obat sakit kepala ke apotek dan segera kembali setelah mendapatkan yang dia butuhkan. Dia lalu menyimpan obat di meja dekat laptopnya. Saat kembali dari mengambil minum dia kaget karena laptopnya sudah tidak ada di sana. Sejurus kemudian terdengar suara anak kecil tertawa dari arah belakang.

Lalu salah satu pintu kamar di ruangannya terbuka sendiri. Ketika hendak menutupnya, pria itu heran melihat sebuah sepatu anak-anak yang tampak kotor karena hangus. Pada bagian sepatu berwarna putih lusuh itu tertulis nama Jeon Woo Ram.

Saat itu juga sesuatu terlihat jatuh dari arah belakang, begitu menengok, dia melihat sesosok anak kecil bertubuh pucat merangkak dengan cepat. Tak percaya dengan yang dilihatnya, penulis novel tersebut mendatangi pengurus gedung dan memeriksa CCTV.

Semakin heran dirinya karena tak menemukan apa pun yang aneh dari rekaman itu. Dia yakin ada anak kecil yang masuk ke ruangannya tapi tak ada siapa-siapa. Selain itu dia juga semakin gelisah karena laptopnya rusak.

Penulis novel tersebut juga mengeluhkan bahwa kamarnya selalu berisik karena gangguan dari lantai bawah, tapi sang pengurus yakin tak ada penghuni di sana. Dia mendengar suara ribut yang mengganggu, seperti ada orang yang memainkan tongkat lalu dibentur-benturkan ke atap sehingga terdengar sampai atas, ke arah kamarnya.

Penulis novel itu tak percaya jika yang dilihatnya adalah hantu. Merasa tak terbantu oleh pengurus gedung, lelaki itu memutuskan memeriksa sendiri ke kamar 404; kamar yang ada di bawah kamarnya. Dia mengetuk dengan keras tapi tak ada yang menjawab.

Bertambah penasaran, penulis novel tersebut mengintip dari jendela. Alangkah terkejutnya dia, karena melihat 6 pasang sepatu yang sama seperti yang dia temukan di kamarnya, berjajar di dalam kamar itu.

Dia kemudian melihat ada lemari sepatu tersimpan di depan kamar. Saat dibuka dia menemukan banyak sepatu di sana dan satu sepatu lagi milik Jeon Woo Ram.

Lelaki ini langsung menyimpulkan bahwa Jeon Woo Ram ada di dalam. Dia terlihat marah dan meminta Woo Ram keluar dengan berteriak. Teriakannya membuat satu penghuni di sana keluar dan memperingatkannya.

Merasa kesal, penulis novel tersebut memasukkan sepatu-sepatu yang dia temukan ke dalam kantung kresek dan membuangnya. Malam hari pun tiba dan lelaki itu terlihat nyenyak tertidur.

Dia terbangun dengan kaget karena mendengar ada yang mencoba membuka pintu kamarnya. Kira-kira siapa yang melakukan itu padanya? Apa yang akan dia dapat setelah membuang sepatu-sepatu tadi?

The Grotesque Mansion (2021) menjadi film horor terbaru Korea Selatan yang belakangan banyak dibicarakan. Ceritanya sendiri sangat klasik, yaitu tentang sebuah bangunan yang dikuasai ruh jahat karena pernah digunakan sebagai tempat pemujaan. Ruh-ruh itu meneror para penghuni yang tinggal di sana.

Silakan di tonton videonya di link ini..!!!
PART 1

Selamat Menyaksikan..!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

THE SHAWSHANK REDEMPTION (1994) Review By Random Movie

Kisahnya mengikuti seorang bankir bernama Andy Dufresne (Tim Robbins...